
Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Arjuno-Welirang dan Gunung Ringgit, Jawa Timur, bukan hanya menghanguskan vegetasi, tetapi juga merusak jaringan pipa air bersih yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Ironisnya, ketika api melalap kawasan hutan, warga di kaki gunung justru harus menghadapi persoalan lain: kesulitan mendapatkan air untuk minum, memasak, mandi, dan kebutuhan sehari-hari. Berdasarkan laporan pada 20 Oktober 2026, kerusakan jaringan pipa mencapai sekitar 5,2 kilometer.
Dampak paling nyata dirasakan warga Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Menurut laporan detikJatim, sekitar 2.900 kepala keluarga terdampak akibat kerusakan pipa yang mengalirkan air dari sumber mata air menuju tempat penampungan. Warga yang terdampak tersebar di Dusun Tonggowa, Dusun Cowek, dan Dusun Tegal Kidul. Sementara itu, Desa Dayurejo di Kecamatan Prigen juga dilaporkan mengalami gangguan pasokan air. Jaringan yang melayani Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi, turut diperiksa untuk memastikan tingkat kerusakannya.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa dampak kebakaran hutan tidak berhenti pada pohon yang hangus atau lahan yang menghitam. Kerusakan infrastruktur air dapat langsung mengganggu kehidupan ribuan keluarga. Pemerintah Kabupaten Pasuruan telah menyiapkan anggaran untuk memperbaiki jaringan pipa dan menyalurkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki selama proses pemulihan. Namun, bagi warga yang harus mengatur persediaan air setiap hari, pemulihan jaringan tentu menjadi hal yang mendesak.
Ironisnya, hutan yang terbakar bukan hanya meninggalkan asap dan lahan rusak, tetapi juga membuat warga kesulitan memperoleh air bersih. Jangan sampai masyarakat harus ikut menanggung “tagihan” bencana berupa hilangnya akses terhadap kebutuhan paling mendasar. Penanganan kebakaran perlu berjalan beriringan dengan pemulihan jaringan air dan perlindungan kawasan hutan agar kejadian serupa tidak terus berulang. Sebab, ketika air bersih ikut terputus, dampak kebakaran tidak lagi sekadar persoalan lingkungan, melainkan juga persoalan kehidupan masyarakat.