
SURABAYA – Hamparan eceng gondok yang memenuhi permukaan sungai kembali menjadi perhatian warga Surabaya. Di Sungai Rolak, kawasan Jalan Gunung Sari, tumpukan tanaman air tersebut terlihat menutupi sebagian besar permukaan sungai hingga aliran air sulit terlihat dari tepi. Kondisi serupa juga sempat menjadi sorotan di Sungai Jagir, Wonokromo, pada awal Oktober 2026.
Bagi warga yang tinggal di sekitar sungai, persoalan ini bukan sekadar pemandangan yang kurang sedap. Eceng gondok yang tumbuh rapat dikhawatirkan dapat menghambat aliran air, terutama ketika debit meningkat saat hujan. Warga sekitar Sungai Jagir juga mengeluhkan kondisi sungai yang terlihat semakin kumuh dan berharap pembersihan dilakukan sebelum tumpukan tanaman semakin meluas.
Penanganan eceng gondok sebenarnya telah dilakukan di sejumlah titik. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya menjelaskan bahwa pembersihan sungai melibatkan beberapa pihak sesuai kewenangan masing-masing. Di kawasan Mastrip, misalnya, eceng gondok yang terbawa arus ditahan menggunakan trash boom agar mudah dikumpulkan dan diangkut. Namun, sebagian tanaman dapat lolos dan terbawa ke aliran sungai lainnya.
Masalah eceng gondok yang terus muncul menjadi pengingat bahwa menjaga sungai tidak cukup hanya dengan membersihkan tanaman ketika sudah menumpuk. Pemantauan rutin, koordinasi antarinstansi, dan kepedulian masyarakat diperlukan agar aliran sungai tetap terjaga. Warga pun berharap penanganan dilakukan secara berkelanjutan, sehingga sungai tidak kembali dipenuh